Monthly Archives: December 2008

Arti Sebuah Resolusi di Awal Tahun


Sudah tiga tahun terakhir setiap akhir tahun, saya sedikit disibukkan untuk membuat resolusi motivation_activbrainsaya ditahun berikutnya.  Kata “resolusi” memang sangat sering kita dengar disetiap pergantian tahun. Sebenernya apakah resolusi itu? Apakah artinya buat kamu?. Resolusi dalam kamus bahasa inggris memiliki arti “pemecahan”. Yup kita tahu bahwa manusia di dunia ini pasti ditimbunk dengan masalah-masalah. Masalah-masalah tersebut harus dipecahkan. Dalam pemecahan masalah ini, kita harus membuat suatu langkah-langkah yang efektif agar permasalahan ini deom-you_can_ifapat dipecahkan dengan sebaik mungkin.Jika penyusunan langkah-langkah ini dilakukan diawal tahun untuk sepanjang tahun itu, dan ini disebut sebuah “resolusi”. Sebelum melakukan suatu “resolusi” ada baiknya kita melihat kembali resolusi kita sebelumnya. Apakah semua yang tawarkan terhadap diri kita bisa terlaksana dengan baik? Jika dipersentasekan bisa mencapai 85%? Atau malah 100%? atau dibawah dari kedua angka itu?. Nah kita bisa membuat berbagai macam parameter apakah kita telah berhasil atau tidak. Kita harus berani jujur terhadap kita sendiri “berhasil atau tidak”. Untuk saya sendiri resolusi yang telah saya buat diawal tahun 2008 semuanya tercapai. Pada akhir tahun ini, saya merasa puas apa yang telah saya capai selama 2008. Walaupun masih banyak sekali kekurangannya, tetapi secara overall, itu saya lakukan dengan baik. Bagaimana dengan resolusi saya tahun depan?? Mmmm….

Resolusi itu sendiri bisa dibuatkan sebagai suatu motivasi untuk mencapai apa yang kita inginkan dimasa yang akan dating. Keiinginan ini merupakan suatu masalah yang harus dihadapi kita semua untuk menuju yang dinamakan “Kesuksesan”.

person20at20crossroadsPertanyaan banyak orang mengenai kesuksesan adalah apa yang memotivasi mereka sehingga bisa sukses. Sangat mungkin mereka akan menjawab karena “goals” (tujuan yang harus dicapai). Goal setting sangat penting didalam motivasi untuk mencapai kesuksesan. Nah “resolusi” itu merupakan salah satu goal setting kita dalam satu tahun. Menurut kita apa yang memotivasi kita untuk melakukan sesuatu? (jawab aja dibenak kita masing-masing). Setiap orang pasti membutuhkan intelligence, knowledge base, study skill, dan management skill dalam melakukan aktivitas, tetapi jika tidak ada motivasi, tidak mungkin kita akan mendapatkan sesuatu dari itu. Sebagai analogi jika kita mempunyai sebuah mobil dengan asesoris yang luar biasa, tetapi pada waktu menyalakan perapiannya tidak berfungsi maka mobil tersebut tidak akan jalan. Disini motivasi dianalogikan dengan perapian. Tanpa motivasi maka sulit sesuatu pekerjaan dapat dilakukan. Semua dapat dilakukan KUNCINYA adalah MOTIVASI.

motiva_success2Banyak yang bisa dijadikan motivator hidup oleh seseorang didalam hidupnya, bisa itu datang dari luar ataupun bisa datang dari dalam diri sendiri. Untuk itu kamu harus jujur pada diri kamu, realistic terhadap goals(tujuan), bagaimana yang harus kamu lakukan terhadap motivasi? Kapan motivasi itu datang, itu tidak akan terjadi jika tidak dilakukan.

Mudah-mudahan ditahun 2009 kita bisa memotivasi kita dengan semaksimal mungkin,sehingga semua resolusi dan goal setting kita bisa terlaksana dengan baik. (chyps)

Advertisements

Apakah Bahan Bakar Nabati Masih Mendapat Perhatian Dunia di Tengah-Tengah Merosotnya Harga Bahan Bakar Minyak Bumi?


h_leo_debrismap_02

Biodiesel dan Bioetanol merupakan bahan bakar alternatif yang sangat ramah lingkungan, dan sangat memiliki peranan penting dan merupakan tujuan banyak negara dimasa yang akan datang. Selain bahan bakar tersebut hanya kecil sekali menghasilkan emisi, bahan bakar ini memiliki kandungan toksiknya sangat kecil, seperti kandungan sulfurnya. Berbagai tumbuhan yang dapat dikonversi menjadi biodiesel adalah jarak pagar, kemiri, saga utan, kecipir, kelor, rapus, tangkalak (malai), dan sebagainya. Sebagai contoh tanaman yang sedang digembar-gemborkan pemerintah ketika membicarkan masalah lingkungan dan minyak bumi yang mashal,  sebagai sumber bahan bakar alternatif adalah jarak pagar dan CPO (crude palm oil), walaupun pada kenyataannya program tersebut memiliki banyak kendala dan hambatan, akan tetapi usaha yang telah dilakukan patut dihargai dan dilihat tindak lanjutnya di tahun-tahun yang akan datang. Minyak jarak pagar merupakan salah satu sumber biodiesel yang merupakan non-edible oil sedangkan CPO merupakan sumber biodiesel yang edible oil, sehingga dari kedua bahan bakar alternatif tersebut memilki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Penggunaan CPO sebagai sumber bahan bakar pengganti BBM sepenuhnya memang belum bisa dilakukan, selama ini usaha yang dilakukan adalah mencampur biodiesel dari CPO dengan solar dari minyak bumi dengan perbandingan tertentu yang sering kita dengar dengan istilah biosolar B10, B20, dsb. Untuk jarak pagar sendiri, di berbagai negara telah dikembangkan terlebih dahulu jika dibandingkan dengan Indonesia, sedangkan di Indonesia perencanaan dan gaung untuk mengembangkan jarak pagar ini sebagai bahan bakar alternatif muncul setelah pemerintah Indonesia kebakaran jenggot ketika harga minyak mentah dunia yang meningkat secara tajam. Apakah pengembangan ini masih berlanjut atau sudah tidak dihiraukan lagi, mengingat harga minyak dunia saat ini yang terperosok ke titik nadir.

Pada awalnya, pengembangan biodiesel maupun bioetanol memang hanya bertujuan menghasilkan bahan bakar sampingan/alternatif yang  ramah lingkungan saja, tapi dengan berjalannya waktu, pengembangan biodiesel ini merupakan pilihan yang harus dipilih di masa yang akan datang. Setiap manusia baru akan menyadari ketika dia dihadapi dengan cobaan, begitu pula mengenai bahan bakar ini, setalah banyak orang merasakan persediaan bahan bakar unrenewable tinggal sedikit diikuti harganya yang sangat tinggi, ketika orang-orang menjerit  dan menangis yang disebabkan perubahan lingkungan yang sangat menyolok yang diakibatkan dari gas karbon (emisi dari bahan bakar yang selama ini digunakan). Perubahan ini sangat dirasakan oleh setiap orang dimuka bumi ini, terutama pada rakyat miskin yang tinggal di daerah pinggiran dan biasanya daerah tersebut kurang tertata baik serta pada umumnya berprofesi sebagai petani, nelayan. Bencana pun berdatangan, seakan-akan tidak akan pernah hilang. Sebagai contoh, sekarang hampir diseluruh pelosok daratan Indonesia di hinggapi bencana. Banjir, tanah longsor, badai, puting beliung selalu menakuti seluruh manusia sehingga terkadang memang sudah suatu kebiasaan yang berulang-ulang. Mengenai bencana ini, saya tergelitik dengan pernyataan seorang para normal yang heboh diakhir tahun mengatakandsc01322 bahwa ditahun 2009 akan terjadi longsor, gempa, banjir, dll. hahaha….semua orang juga bisa menebak seperti itu dengan melihat keadaan dunia yang seperti sekarang. Yang terpenting  apakah ada jawaban semuanya ini?. Karena semua masalah ini tercipta dari banyak sekali variable, maka jawabannya juga dengan banyak variable. Semuanya ini tidak bisa saling menyalahkan dan tidak bisa di jawab oleh sebagian orang saja tapi semua manusia harus menjawab yang sama dan bekerja bersama-sama, yaitu mengurangi penyebab-penyebab terjadinya dan mempelajari atau mengambil hikmah yang semua terjadi untuk mendapatkan sebuah jawaban yang baik untuk awal tahun ini dan di masa yang akan datang.

Emisi karbon dari pembakaran bahan bakar konvensional merupakan salah satu variable dari banyak sekali variable yang memiliki andil cukup besar terhadap perubahan lingkungan (climate change). Bahan bakar unrenewable merupakan salah satu sumber penyumbang karbon terbesar di dunia. Lihat saja seberapa minyak mentah yang dihasilkan di dunia ini dalam sehari, semua bahan bakar ini, sedikit maupun banyak pasti akan menghasilkan emisi karbon. Untuk menjawab tantangan diatas, kita harus sepakat dan mempunyai jawaban yang sama, yaitu bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan.

Memang tidak bisa dipungkiri, emisi suatu hasil proses pembakaran memang tidak bisa dihilangkan, hanya bisa dikurangi. Setidaknya jika bisa yang dapat dilakukan hanyalah menuju keseimbangan. Dimana semua emisi yang dihasilkan diseluruh muka bumi ini, bisa diserap oleh tumbuh-tumbuhan. Dalam artian, jika kondisi ideal adalah emisi yang dihasilkan sama dengan kemampuan tumbuh-tumbuhan menyerap emisi tersebut. Untuk mendapatkan itu, memang bukan pekerjaan mudah dan  bisa dibilang sulit sekali bisa tercapai, hanya bisa dilakukan adalah berusaha memperbaiki keadaan yang selama ini terjadi. Program yang diterapkan pemerintah, untuk menanam pohon kembali atau penghutanan kembali (reforestry) sangat tepat, keberadaan tumbuh-tubuhan sangat dibutuhkan dalam rangka menuju keseimbangan tersebut.

Pengembangan bahan bakar alternatif (biodiesel) memiliki kelemahan juga, untuk mendapatkan biodiesel tersebut, butuh mengorbankan lahan guna membudidayakan tanaman penghasil biodiesel. Jika yang digunakan adalah lahan/hutan yang masih baik, berarti bertentang dengan tujuan awal. Mengkonversi hutan berarti telah mengurangi sebagain porsi tanaman hutan yang andil untuk menyerap karbon yang ada di bumi ini. Bagaimana jika lahan yang digunakan merupakan lahan yang kritis?. Mungkin ini merupakan salah satu jawabannya, walaupun memiliki kelemahan juga, karena akan timbul pertanyaan lagi. Apa mungkin tanaman penghasil biodiesel bisa tumbuh di lahan kritis?. Jawabannya harus yakin tanaman penghasil biodiesel akan tumbuh dengan baik, mengingat perkembangan teknologi pertanian yang sangat baik sekarang. Teknologi pertanian ini bisa menjawab pertanyaan yang terakhir ini, tentunya teknologi yang tepat dan baik untuk diterapkan di tempat bersangkutan.

cloud130604-01Apa yang bisa dilakukan di masa yang akan datang?. Ini merupakan tugas bersama-sama manusia di muka bumi ini. Bagaimana dengan action-nya di Negara kita?. Apakah program pengurangan emisi (gas rumah kaca) akan menurunkan pertumbuhan ekonomi Negara (seperti yang ditakutkan beberapa Negara maju)?. Jawabannya tentulah tidak, jika semua kebijakan dilakukan secara seimbang dan berkesinambungan (sustainable). Mudah-mudahan apa yang telah dilakukan tidak hanya sesaat saja dan membuat suatu kebijakan-kebijakan baru yang lebih terintegrasi dari variable satu dengan yang lainnya. Sehingga akan menuju suatu yang dinamakan keseimbangan. (chyps)

Tiga Hari Berbagi “Journey to Bandung”


Hari ini kita mulai perjalanan dari kota Jogja melaju ke kota Majenang dengan kecepatan motor rata-rata berkisar 60km/jam, kemudian dilanjutkan ke kota Bandung. Dengan sepeda motor seadanya kita akan menempuh perjalanan sekitar 230 km untuk Jogja-Majenang dan 180 km Majenang-Bandung bukan merupakan perjalanan yang dekat tetapi itulah tekad bulad yang sudah diputuskan. Setibanya di Bandung dengan kondisi yang kelelahan sekali, kita telah disambut dengan kemacetan dan hiruk-pikuk sebuah kota dipagi hari. Untuk menuju tujuan pertama kita “Kawah Putih” dengan bantuan sebuah peta dan rambu-rambu jalan, tidaklah begitu sulit diketahui keberadaa daerah tersebut. Setelah menempuh sekitar 50km dari kota Bandung akhirnya bisa menginjak tanah gunung Patuha ini. Gunung Patuha berada sekitar 2500an meter dari permukaaan laut, berarti sekarang kita berada tidak jauh apa yang telah digambarkan tersebut. Dengan cuaca dingin dengan vegetasi alam khas pegunungan mengelilingi sebuah kawah yang cukup unik diberi nama “Kawah Putih”.

dsc01412

dsc01423  

Selanjutnya kita menuju kawasan PTPN VIII yang merupakan perkebunan milik negara. Kawasan ini merupakan kawasan perkebunan teh dengan areal yang cukup luas sekitar 50-an ha. Disekitar perkebunan ini ada sebuat situ, yaitu situ Patengan. Situ Patengan terletak di area perkebunan Rancabali, Ciwidey, Bandung. Daerah ini masih merupakan kaki gunung patuha dimana terdapatnya Kawah Putih itu. Walaupun dikaki gunung, ketinggian daerah ini sekitar 1600an meter dari permukaan laut. Hamparan hijau perkebunan teh akan menerangkan pengliahatan kita, jika berada di sekitar wilayah ini.

dsc01493

dsc01521

Tujuan berikutnya adalah kota Bandung itu sendiri. Kota dengan julukan kota kembang (kok bukan bunga ya?) merupakan salah satu kota mode di Indonesia dan sering juga dijuluki “Parijs Van Java”, maksud dari slogan itu sendiri saya belum mengerti, dengan predikat tersebut keingintahuan pun sangat terhadap kota satu ini. Dengan bermodal peta kota Bandung, kita mencoba menelusuri jalan demi jalan kota Bandung. Populasi di Bandung mencapai 2.771.138 jiwa orang, dengan densitas 16564/km2 (data 2007), hal yang mungkin terjadi suatu kemacetan disepanjang jalan utama dikota angkot ini. 

 dsc01991

dsc01993

Setelah mengukur “kilometer” di kota Bandung, selanjutnya perencanaan untuk kembali ke jogja. Dalam perjalanan menuju jogja, kawasan wisata yang menjadi asa kami untuk dikunjungi selanjutnya adalah Cipanas Garut. Sesuai dengan namanya Cipanas merupakan objek wisata pemandian air panas yang berasal dari mata panas bumi yang muncul di daerah gunung Guntur. Dikawasan ini banyak sekali dijumpai tempat wisata pemandian air panas, dimulai dari kelas yang bawah hingga kelas menengah-atas. Selain itu banyak juga di jumpai penginapan-penginapan disepanjang jalan menuju pemandian tersebut, kita tinggal pilih mau yang mana.

dsc02005

Masuk kawasan jawa tengah, di sebuah kota kecil gombong, muncul keinginan kami untuk singgah di waduk Sempor. Waduk dengan berjarak 6 km ke utara dari kota gombong merupakan waduk yang sangat berjasa buat kehidupan orang disekitarnya. Sistem irigasi, PLTA, dan PLTD untuk kawasan ini dipusatkan disini. Waduk ini dibentengi dengan punggung-punggung pegunungan yang mengelilingi area ini. (chyp’s) 

 dsc01552

 

 

Berbagi Rasa di Kampongku


Jika Merasa Bahagia…

Jika merasa Ceria…

Jika merasa Senang…

Jika merasa Lelah ….

Jika merasa Bosan…

Jika merasa Penat…

Jika merasa Sendirian…

Jika merasa kamu ada…

Mapirlah di Kampongku untuk “berbagi rasa”