Monthly Archives: November 2017

Belajar Terus


“Seseorang yang berhenti belajar adalah orang lanjut usia, meskipun umurnya masih remaja. Seseorang yang tidak pernah berhenti belajar akan selamanya menjadi pemuda”. Henry Ford

Minggu ini merupakan minggu tidak biasanya bagi saya. Setelah kesibukan kuliah terhenti tahun lalu (udah lulus), praktis wiken menjadi hal menjenuhkan (apa karena jomblo ya aka belum berkeluarga Haha). Ada kepikiran mau kuliah lagi, tapi kok berasa kuliah hanya mengalihkan waktu saja apalagi mengalihkan isu pribadi :D, serta belum ada alasan khusus lainnya. Setelah dipikir-pikir dan tentu konsultasi ke orang tua, jangan dululah. Salah satu alasan mereka yang dikemukan ibuku “uangmu mending ditabung saja, biaya kuliah kan mahal dan kamu pusing terus”, logis juga alasan beliau, karena selama dua tahun, hal-hal diluar kerjaan dan kuliah terabaikan sudah, berasa banget capek-nya (tapi kan juga mumpung masih muda), dulu kadang ibu atau ayah jadi tempat CurCol kuliahan. Kecuali ada yang membiayai ya, tapi kerjaan tetap jalan. hehe. Lupakan cerita diatas, kembali ke dua hari ini:

Sabtu, 25 November 2017

Sebagai orang perantauan, terkadang ada rasanya pengen berkumpul dengan orang-orang satu daerah khususnya Bangka. kebetulan ada salah satu senior abang Rizani Usman (untuk mengetahui beliau bisa langsung ke halaman FB-nya, karena beliau sangat aktif di media sosial tersebut) memasukan saya ke group yang diberi nama “PEKA BASEL”. PEKA BASEL merupakan kepanjangan dari Peduli Kampung Bangka Selatan. Terus dibentuknya group ini untuk apa? Apakah selama ini tidak peduli? Entahlah minimal saat ini ada komunitas positif ini, menjadi lebih baik atau tidak semua tergantung dari anggota PEKA BASEL itu sendiri.

Salah satu program PEKA BASEL adalah KOPEKA BASEL (Koperasi Peka Bangka Selatan). Secara konsep, koperasi merupakan kegiatan berdasarkan prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan. Kalau disini tentu Keluarga Bangka Selatan. Koperasi ini diketuai oleh abang Rudisia Usman, dimana pembentukan koperasi ini merupakan koperasi serba usaha, yaitu perniagaan dan simpan pinjam. Koperasi ini saat ini beranggotakan para orang-orang hebat Bangka Selatan baik yang ada di kampung halaman maupun di perantauan.

2017_1125_00445100

Sedang menikmati masakan Bangka

Bagi saya satu hal yang dilihat dari berkumpulnya ini adalah silaturahmi. Saya bisa silaturahmi dan berkenalan langsung dengan senior-senior hebat. Bisa mendapatkan ilmu dari beliau-beliau merupakan suatu hal yang luar bisa. Ilmu kita dapatkan tidak selalu dalam bentuk formal, ilmu non formal yang secara tidak langsung bisa kita dapatkan dari interaksi-interaksi kita dengan lingkungan, selama kita bisa mengambil manfaat hal tersebut.

Minggu.,26 November 2017

Baca brosur TL FB salah satu friendlist, babeloptimis.id (dibentuk oleh M Robby Putra Salim dkk) mengadakan acara yang bertemakan “Mempersiapkan Generasi Millenial Bangka Belitung di Era Digital”. Judul tersebut sangat menarik bagi saya, karena ada kata “mempersiapkan”, maklum diperkerjaan sehari-hari juga salah satunya “mempersiapkan”, Alasan lain niat datang karena tidak begitu jauh dari tempat tinggal (masih dalam jangkauan) di Anjungan Babel TMII.

20171126_145443

Para pembuat acara

Jadwal acara jam 10.00, pas diperjalanan sudah dipastikan datang tidak tepat jam 10.00, mengingat macetnya jalan. Sudah kepingin balik jalan aja, karena malu kalau telat datang, apalagi baru pertama kali ikut acara seperti ini disini. Karena niat awal pengen ikut tetap pada pendirian, datang ajalah kalau kelihatan sudah mulai acara dari jauh, baru balik kanan (masih ragu-ragu). Dengan kita datang tepat waktu artinya kita sangat menghargai acara tersebut. Dan saya pun tiba jam 10.30, dilihat dari jauh, masih aman, acara belum mulai (dalam hati, biasalah kalo telat begini, jadwal sengaja diberi “karet”) sehingga masih bisa hadir.

Mengisi buku tamu:

Sebelum mengisi buku tamu, saya baca dulu peserta-peserta-nya. Sempat nanya yang jaga: Ini bolehkan klo bukan dari instansi atau mahasiswa/i?. Mengingat yang sudah hadir kebanyakan mahasiswa atau intansi tertentu, sedangkan saya karena urusan pribadi saja. Terus membalikan lembar buku tamu, ternyata ada salah satu nama yang sudah dikenal sebelumnya, yaitu abang Rudisia Usman (dalam hati Alahmdulillah ada yang dikenal hehe) . Beliau ini memang sangat aktif dalam berorganisasi, luar biasa. Mungkin kalau orang yang suka berorganisasi, khususnya anak Bangka, bisa belajar sama beliau. Ternyata beliau adalah salah satu pembicara dari tiga pembicara lainnya.

20171126_140809

Pembicara

Pembicara:

  1. Bapak Rasio Ridho Sani – Dirjen KLHK
  2. Bapak Rudisia Usman – Mewakili Ketua IKM Babel
  3. Kepala Dinas Kominfo Prov Babel
20171126_114132

Saat acara berlangsung

Yang pertama memaparkan adalah Bapak Rudisia Usman, ada 4 C hal yang perlu disiapkan para generasi milenial ini, (yang masih nyangkut diotak, kalo gak salah ya hehe), Connected, Creative, Character, Collaboration. Dari ke empat hal tersebut dijabarkan satu persatu. Ada satu yang masih sangat melekat adalah Character terkait integritas. Mungkin semua sudah jadi rahasia umum bagaimana integritas para-para yang disana (walau tidak semua), lemahnya integritas bisa membuat bangsa ini hancur. Jika dikaitkan dengan kerjaan sehari-hari, integritas ini merupakan salah satu core value di tempat kerja, mudah-mudah kita termasuk orang-orang yang akan tetap terus berintegritas tinggi.

Pemaparan kedua dari Kepala Dinas Kominfo Prov Babel, menceritakan program-program yang telah dan akan berjalan di provinsi Babel. Selebihnya no comment. Hehe

Pemaparan ketiga dari Bapak Rasio Ridho Sani – Dirjen KLHK, beliau sangat semangat dan berapi-api menjelaskan apa saja yang dipersiapkan para millennial ke depan menurut pandangan dari pengelaman-pengalam beliau. Sangat menarik karena ini berdasarkan pengalaman-pengalaman. Ada dua kata kunci yang masih saya ingat (lainnya menguap begitu saja, hehe):

  1. System Thinking ==> menurut beliau suatu masalah harus cari dan selesaikan dengan system thinking

Dari kata tersebut saya teringat salah satu mata kuliah yang diajarkan Doktor Akhmad Hidayatno, Universitas Indonesia, beliau juga “menggratiskan” buku beliau untuk semua mahasiswa pada waktu ini. Buku berjudul Berpikir Sistem: Pola Berpikir untuk Pemahaman Masalah lebih Baik. Dari kuliah tersebut pula saya lebih paham bagaimana menyelesaikan masalah dengan sistem, bukan kasus per kasus yang nantinya tidak akan selesai-selasai dan berulang. Hal ini saya coba terapkan dalam perkerjaan sehari-hari, mungkin bagi yang mau belajar silakan baca bukunya

20171126_190732

Buku Berpikir Sistem

  1. Big data ==> beliau mengatakan saat ini sudah ada big data diberbagai instansi pemerintah yang bisa diakses lintas instansi, sehingga bisa dengan mudah mengetahui data-data tertentu yang dibutuhkan.

Kalau ini teringat dengan matakuliah Statistik yang diajarkan Prof. Isti. Data mining dan big data salah satu kata-kata yang sering disebutkan prof Isti. Beliau memang salah satu ahli Statistik di Indonesia. Dengan data mining kita bisa memprediksi (forecast) suatu kejadian, dan juga bisa memprediksi kejadian secara real time. Dimana ini digunakan untuk mencegah dan meyelesaikan masalah-masalah

20171126_190806

Buku Statistik

Setelah pemarapan, dilanjutkan dengan tanya jawab. Ada satu pertanyaan dari mahasiswa yang saya ingat karena terkait dengan saya juga dari keluarga petani, yaitu Kenapa harga sahang/lada saat ini murah? Dijawab oleh Bapak Rudisia Usman, lebih dikarenakan faktor pasar (mekanisme pasar).

Mungkin ini pertanyaan akan berulang terus, yang sempat saya tanyakan dalam diri pada tahun 2006-2007. Bisa jadi nanti naek lagi dan kemudian misal tahun 2022 menurun lagi, dan muncul pertanyaan lagi, berputar saja. Ada solusi? entahlah. Hehe

Terkait komoditas lainnya karet, sempat saya tuliskan di blog saya tahun lalu:

https://kampongpergam.wordpress.com/2016/06/18/harga-karet-natural-rubber-kok-turun/

Intermezzo:

Pada tahun 2006-2007 masih seorang mahasiswa dengan idealis tinggi, tentu rasanya pengen berkontribusi sekaligus mencari turunan dari lada yang memiliki added value tenntunya dari bidang ilmu yang dipelajari. Dengan modal nekad membuat proposal penelitian dan kendalanya belum punya dana dari mana. Sempat dulu mengajukan ke pemerintah daerah, bahkan bertemu langsung ke Bupati Bangka Selatan waktu tersebut, menjelaskan maksud dan tujuan. Tetapi tidak ada solusi, intinya tidak bisa. Pada waktu itu berpikir, bagaimana suatu daerah bisa maju dengan produk andalannya, sedangkan kita (mahasiswa pada waktu itu) yang mencoba melakukan penelitian tidak didukung. Tapi yasudahlah (lupakan).

Dan alhamdulillah punya dosen pembimbing yang creative Dr Wiratni, menyuruh proposal diikutkan dalam Lomba Program Kreativitas Mahasiswa. Dan setelah ditunggu enam bulan, akhirnya kabar gembira, proposal disetujui dan akan diperoleh dana 6 juta. Dari dana tersebutlah saya banyak mendapat ilmu, khususnya mengenai Aroma chemicals dan Essential Oils yang sekarang menjadi kerjaan sehari-hari. Balik lagi ke impian tertulis waktu S1 untuk membangun agroindustri masyarakat berbasis tumbuhan lenyap sudah hanya tersisa tulisan-tulisan :D. Dan kenapa harga sahang/lada murah saat ini? Mungkin kita jangan sibuk kenapa, tapi bagaimana ril program pemmerintah agar sahang dan lada atau komoditas lainnya ada adde value sehingga masyarakat lebih sejahtera, bukan begitu? Entahlah.

Salam Hangat 🙂

Penggembira, disaat lagi bosen-bosennya, d

Advertisements